Please disable your adblock and script blockers to view this page

Home / Terkini

Thursday, 7 January 2021 - 10:43

Pandemi Bukanlah Penghambat Kreativitas Bagi Disibilitas

Soppenginfo – Pandemi Covid-19 Covid-19 masih berlanjut. Tanda-tanda berakhirnya penyebaran virus corona pun masih belum terlihat meski vaksin virus ini telah tiba di Indonesia.

Sektor perekonomian telah terpuruk sejak lama. Meski di tengah pandemi berbagai ketidakpastian dunia usaha sudah kembali bergerak. Tidak sedikit muncul bisnis baru mencoba peruntungan di masa serba sulit.

Namun hal itu berbeda dengan I Tengke (65) seorang wanita penyandang disibilitas. Sebelah kakinya tidak tumbuh dengan sempurna. Namun ia tak patah semangat untuk menjalani hidup, sepeninggal sang suami dan tanpa dikaruniai anak. Alhasil I Tengke’ hidup sebatang kara.

Pandemi Bukanlah Penghambat Kreativitas Bagi Disibilitas

Pandemi Bukanlah Penghambat Kreativitas Bagi Disibilitas

Berawal dari Jarum jam beranjak di angka 6 seiring mentari mulai meninggi. Seorang perempuan rentan berjalan tertatih dibantu sebuah tongkat menuju becak motor atau bentor.

Untuk bertahan hidup, warga Desa Lalabata Riaja, Kabupaten Soppeng ini mengandalkan hasil dari anyaman daun lontar. Sebuah keterampilan yang sudah mulai langka ditemui. Dari tangannya yang tidak lentik lagi, lahir satu demi satu kerajinan bakul, kipas, sapu lidi hingga hiasan telur maulid.

Ia pun mahir membuat beppa pute atau kue putih. Penganan khas ini senantiasa menghiasi acara pernikahan mengisi bosara’ atau wadah di acara pernikahan.

Selain anyaman dan penganan, I Tengke’ juga biasa membuat bedda tettu’ atau bedak dingin. Dan hasil kerajinan tangannya ini dijual sendiri di pasar. Dagangannya pun makin variatif karena menghadirkan peralatan acara dan kebutuhan tradisional lainnya, seperti dupa, kayu seccang (aju seppang), be’kkeng atau jimat yang biasa digunakan bayi yang baru lahir.

Pandemi Bukanlah Penghambat Kreativitas Bagi Disibilitas

Di pasar I Tengke’ seolah tidak banyak mengejar untung. Ia sangat santai menjajakan dagangannya, sebab memiliki langganan tetap untuk kue putih dan bedak dingin buatannya.

Berbeda dengan kerajinan anyaman yang hanya laris diwaktu-waktu tertentu, di sela waktu itu I tengke’ tidak pernah lupa bersyukur pada Tuhan yang kerap diisi dengan beribadah diantanranya membaca Al-Qur’an.

 

Dikutip dari Artikel Abhiwardana, Mahasiswa Universitas Merdeka Malang asal Soppeng.

Share :

Baca Juga

Hari ini, Bupati Soppeng Terima Penyuntikan Vaksin Covid 19 Dosis Kedua

Terkini

Hari ini, Bupati Soppeng Terima Penyuntikan Vaksin Covid 19 Dosis Kedua
Diza Rasyid Ali Akan Hadiri Muscab MPC PP Soppeng

Terkini

Diza Rasyid Ali Akan Hadiri Muscab MPC PP Soppeng
Dibuka Wabup Soppeng, AMPI Bertemu Kalong FC di Lajoa CUP II

Terkini

Dibuka Wabup Soppeng, AMPI Bertemu Kalong FC di Lajoa CUP II
Bupati Soppeng Secara Resmi Menyerahkan Rancangan Perubahan KUPA dan PPAS TA 2021

Terkini

Bupati Soppeng Secara Resmi Menyerahkan Rancangan Perubahan KUPA dan PPAS TA 2021
Pemkab Soppeng Terima Kunjungan Kerja Pemkab Majene

Terkini

Pemkab Soppeng Terima Kunjungan Kerja Pemkab Majene
Wakil Ketua KI Pusat : Desa Ganra Akan Ke Istana Negara

Terkini

Wakil Ketua KI Pusat : Desa Ganra Akan Ke Istana Negara
Pengadilan Moskow Setuju Telegram Di Blokir Di Rusia

Teknologi

Pengadilan Moskow Setuju Telegram Di Blokir Di Rusia
Berikut Pernyataan Tim Satgas Covid-19 IDI Sulselbar Saat Berkunjung Ke Labkesda Soppeng

Terkini

Berikut Pernyataan Tim Satgas Covid-19 IDI Sulselbar Saat Berkunjung Ke Labkesda Soppeng
DMCA.com Protection Status