Please disable your adblock and script blockers to view this page

Home / Citizen

Sunday, 31 October 2021 - 19:44

UMKM Harus Tangguh dalam Menyongsong Kebangkitan Ekonomi Islam

 

JAKARTA – Pakar Ekonomi Syariah Ir H Adiwarman Karim SE, MBA, MAEP menegaskan bahwa masyarakat Indonesia khususnya para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) adalah masyarakat yang tangguh.

“Siapa bilang ekonomi kita lemah, enggak, banyak tukang dagang yang masih jalan. Kalau kecil iya, tapi gak lemah, UMKM kita tangguh,” kata Adiwarman dengan logat betawinya saat mengikuti Webinar Nasional Seri ke-3 tentang Ekonomi Syariah yang digagas Wahdah Islamiyah pada Ahad (31/10/2021).

UMKM Harus Tangguh dalam Menyongsong Kebangkitan Ekonomi Islam

Dalam webinar bertemakan ‘Menumbuhkan Ekonomi Bangsa dengan UMKM Syariah di Indonesia’ itu, Adiwarman meyakinkan bahwa umat Islam harus tangguh menghadapi berbagai situasi kehidupan. “Karena Allah tidak akan menguji melebihi kemampuan hamba-Nya,” kata dia.

Situasi pandemi saat ini, kata Adiwarman, juga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. “Umur saya udah 58 tahun, sementara covid baru 2 tahun, selama 56 tahun sebelumnya normal, jadi masih lebih banyak normalnya. Urusan pandemi sabar aja, nanti juga pergi,” ujar Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) itu.

Menurutnya, Umat Islam tidak boleh mengeluh dalam menghadapi situasi yang ada. “Jadi kita jangan banyak ngeluh, dalam ilmu tasawuf diajarkan jangan ngeluh kalau lagi terik matahari, sabar aja karena sebentar lagi juga malam, kalau lagi dingin di gelap malam jangan ngeluh sabar aja karena sebentar lagi pagi. Ambillah manfaat dari teriknya matahari maka kamu akan dapat manfaat yang besar,” jelasnya.

“Kalau siang jemur kain basah jadi kering, jualan es dawet dapat income (pendapatan). Sedangkan kalau malam jualan wedang jahe juga dapat income, jadi ngapain ngeluh,” tambah Adiwarman.

Anggota Dewan Syariah Nasional Mejelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan bahwa setiap ikhtiar kebaikan harus segera dilakukan. “Jadi jangan tunggu seratus persen, ngapain nunggu fasih serta ngerti tajwid baru baca Qur’an. Baca aja Al-Qur’an walau terbata-bata, lama-lama juga lancar, shalat aja walau belum khusyu nanti lama-lama juga khusyu, bener gak?” ujarnya.

Kembali soal UMKM, menurut Adiwarman di era digital saat ini sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya. “Kemajuan teknologi atau digitalisasi membuat akses informasi sama, kalau dulu orang kaya bisa lebih banyak akses informasi karena mampu ke luar negeri. Sekarang sama, mau kaya mau miskin buka internet bisa sama-sama dapat akses informasi,” jelasnya.

“Dulu orang kalau masuk pasar sulit, paling tidak harus sewa toko, punya grobak atau sewa lapak. Sekarang tidak perlu, anda pengusaha besar maupun kecil bisa sama-sama promosi di marketplace dan seluruh dunia bisa tahu. Jadi hambatan masuk pasar sekarang itu kecil, karena tidak harus sewa ruko atau sewa lapak. Dengan marketplace walaupun kita ada di desa tapi kita bisa mempromosikan produk kita ke seluruh dunia,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Adiwarman, para pelaku UMKM tidak perlu khawatir karena sekarang dunia sudah berubah. “Jangan khawatir dengan yang besar-besar karena sekarang sudah masuk zaman digital,” jelasnya.

Menurutnya, ketangguhan para pelaku UMKM menjadi salah satu tanda kebangkitan kembali ekonomi Islam.

“Dalam hadits qudsi Allah akan kirim setiap 100 tahun seorang pembaharu di antara kalian yang akan membawa kembali kejayaan agama ini. Turki Utsmani runtuh pada 1924, jadi kalau ditambah 100 maka 2024, maka itu kita siap-siap. Urusan kita adalah mempersiapkan diri kita, pantaskan diri kita untuk menjadi pemimpin ekonomi,” jelas Adiwarman.

“Lihatlah bagaiamana Rasulullah mengembangkan ekonomi Madinah sehingga bisa mengalahkan ekonomi Mekah. Jadi mari kita lakukan yang terbaik, man jada wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkannya). Mari kita bersungguh-sungguh menjalani hidup insyaallah pertolongan Allah akan hadir,” tandasnya.

Selain Adiwarman Karim, hadir pula narasumber lainnya dalam webinar ini yaitu Prof Dr Abdul Hamid Habbe, SE, MSi (Guru Besar Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua DPK Wahdah Islamiyah) dan Dr KH Muhammad Zaitun Rasmin Lc MA (Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara jelang Muktamar IV Wahdah Islamiyah yang digelar Desember 2021 mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan.

Share :

Baca Juga

ENAM TRIK JITU HAFAL QUR’AN BAGI ORANG SIBUK ALA BUYA IKE MUTTAQIN

Citizen

ENAM TRIK JITU HAFAL QUR’AN BAGI ORANG SIBUK ALA BUYA IKE MUTTAQIN
Profesor UNHAS Kelahiran Soppeng Ingin Wahdah Islamiyah Mandiri

Citizen

Profesor UNHAS Kelahiran Soppeng Ingin Wahdah Islamiyah Mandiri
SENATOR TAMSIL LINRUNG APRESIASI UPAYA WAHDAH ISLAMIYAH SATUKAN BANGSA LEWAT WEBINAR KEBANGSAAN

Citizen

SENATOR TAMSIL LINRUNG APRESIASI UPAYA WAHDAH ISLAMIYAH SATUKAN BANGSA LEWAT WEBINAR KEBANGSAAN
Hari Pertama Sekolah Di SD Wahdah Islamiyah

Citizen

Hari Pertama Sekolah Di SD Wahdah Islamiyah
Wahdah Islamiyah Jalin Kerjasama dengan Bank BSI dan CIMB Niaga Syariah

Citizen

Wahdah Islamiyah Jalin Kerjasama dengan Bank BSI dan CIMB Niaga Syariah
WAHDAH ISLAMIYAH LAUNCHING MARKETPLACE BERBASIS SYARIAH, INI KEUNGGULANNYA

Citizen

WAHDAH ISLAMIYAH LAUNCHING MARKETPLACE BERBASIS SYARIAH, INI KEUNGGULANNYA
Program 'Keluarga Indonesia Bela Palestina', Solidaritas Kemerdekaan Palestina

Citizen

Program ‘Keluarga Indonesia Bela Palestina’, Solidaritas Kemerdekaan Palestina
Petani Luwu Keluhkan Hasil Panen Menurun Diduga Akibat Serangan Hama

Citizen

Petani Luwu Keluhkan Hasil Panen Menurun Diduga Akibat Serangan Hama
DMCA.com Protection Status