Please disable your adblock and script blockers to view this page

Home / Nasional / Teknologi

Thursday, 12 September 2019 - 15:30

BJ Habibie, Ilmuan Pemegang 46 Hak Paten di Bidang Aeronautika

Soppeng.info – Selama 40 tahun industri pesawat terbang mengalami Ketidakpastian tentang kerusakan yang terjadi pada badan pesawat, kulit luar pesawat yang terlihat halus mulus tanpa cacat namun sisi dalamnya keropos.

Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan.

Akibatnya memang bisa fatal.

Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat.

Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack).

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang.

Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas.

Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

Pada saat itulah muncul Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie yang mencoba menawarkan solusi.

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya.

Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression.

Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack.

Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF).

Caranya meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat.

Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan.

Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya.

Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

Share :

Baca Juga

Tak banyak yang tahu, fitur ini memudahkan kamu mengetik tugas di komputer

Teknologi

Tak banyak yang tahu, fitur ini memudahkan kamu mengetik tugas di komputer
Tak lagi gratis, whatsapp akan tampilkan iklan

Teknologi

Tak lagi gratis, whatsapp akan tampilkan iklan
Raup Pendapatan Rp 2 Triliun, PUBG Jadi Gim Terlaris

Teknologi

Raup Pendapatan Rp 2 Triliun, PUBG Jadi Gim Terlaris
Perangi hoax, Facebook hapus ratusan akun penyebar kebencian

Teknologi

Perangi hoax, Facebook hapus ratusan akun penyebar kebencian
Diprotes, apple batalkan rencana enkripsi icloud

Teknologi

Diprotes, apple batalkan rencana enkripsi icloud
Pesawat hipersonik boeing akan mebawa anda dari new york ke london hanya dalam waktu 2 jam

Teknologi

Pesawat hipersonik boeing akan mebawa anda dari new york ke london hanya dalam waktu 2 jam
ICANN Akan Lakukan Pemadaman Internet Global Selama 48 Jam

Teknologi

ICANN Akan Lakukan Pemadaman Internet Global Selama 48 Jam
DJI lakukan peningkatan keamanan drone untuk area bandara

Teknologi

DJI lakukan peningkatan keamanan drone untuk area bandara
DMCA.com Protection Status